YOYOYOYOYOYO !!!
Que paso, amigo mio ?
Good ?
Wunderbar !
.
.
.
Kali ini gua mau bahas sedikit aja mengenai kebohongan.
.
"Bohong. Kamu tukang bohong."
Itu adalah sepenggal lirik lagu yang judulnya tidak gua ketahui (LAH ?)
.
Kebohongan, menurut gua, dewasa ini telah menjadi suatu hal yang wajar, biasa terjadi, harus mudah dimaafkan. Kebohongan bahkan dikelompokkan ke 2 kategori : kebohongan jahat dan kebohongan baik. Pasti pernah denger kan ada orang bilang, "Saya bohong demi kebaikan dia" atau "Kalau bohong demi kebaikan mah nggak dosa. Demi kebaikan lho itu", dan sebagainya.
.
Kan kalau gitu caranya, dunia jadi kebalik-bolak. (Kebolak-balik mas)(Berisik aje lu.)
Gua yakin semua agama / kepercayaan tidak melegalkan bohong. Bohong itu dosa, dan hukumnya universalcdan mutlak.
Nggak ada yang namanya "bohong demi kebaikan itu nggak dosa". Semua perbuatan memutarbalikkan fakta adalah dosa. Jangan ada bohong yang diistimewakan kayak gini.
.
Gua sendiri menyadari bahwa gua tidak bersih dari kebohongan.
Biasanya, pas gua di kos, kalau La Signora Grande telepon nanyain kabar, lagi ngapain, sama siapa, semalam berbuat apa (Yolanda kali bang), gua jawabnya paling lagi sendirian (padahal ada temen satu kos lagi mampir) dan lagi belajar (padahal lagi main).
Gua juga manusia, bahkan masih cukup nyaman dengan kebohongan ini.
.
Cerita lain lagi, sebuah kebohongan tingkat tinggi yang dilakukan kakak gua.
Kisah ini gua dapet dari emak gua.
Suatu hari, ada paket dateng buat abang gua. Yang nerima emak gua. Di kotaknya ada tulisan nama pengirim, sebut saja Amir Codet (maap ya bagi yang namanya Amir). Setelah nerima, emak gua bersikap santai aja, emang niatnya mau ngetes kakak gua.
Kakak gua akhirnya dateng. Emak gua menunjukkan paketnya, tapi bersikap seolah-olah belum tahu siapa pengirimnya.
Luar biasanya, kakak gua bilang kalau pengirimnya adalah, sebut saja Mawar (maaf bagi yang namanya Mawar).
Kan ngaco nih.
Emak gua diem aja dan cerita ke bapak gua. Kakak gua masih dibiarin.
.
Gimana ? Bahaya kan ?
Untung emak gua sabar tingkat tinggi. Coba emak gua temperamental eksplosif, dijadiin rica-rica tuh abang gua.
.
.
.
Bersama postingan ini gua mau mengingatkan kita semua, para penduduk bumi, bahkan galaksi, bahwa kebohongan bukanlah hal yang biasa-biasa. Kebohongan adalah sesuatu kesalahan yang luar biasa, yang harusnya dilenyapkan dari dunia ini. Gua percaya bahwa, betapapun perihnya, kejujuran dan kebenaran selalu lebih manis dari kebohongan. Dan ingat, bohong adalah bohong, bohong adalah dosa. Jadi, janganlah kotori hati dengan berbohong.
Seperti kata sebuah lagu, "jagalah hati, jangan kau nodai. Jagalah hati, lentera hidup ini."
.
.
.
Sekian buat kali ini.
Selamat siang semua !!!
Kamis, 15 Januari 2015
Minggu, 11 Januari 2015
My Current Status
YOYOYOYYOYOYOYOYOY !!!
Wazzup, guys ?
Feelin' good ?
Aight, that's cool bro.
Das ist gut !
.
.
.
Kali ini gua mau menceritakan sedikit aja tentang keseharian gua yang sedikit kurang menarik, tapi tetep beranekaragam.
.
Jadi, mungkin, kalau lu kenal gua secara personal, maka lu akan tau bahwa gua telah menerima insentif dari Der Weise Vater berupa sebuah telepon seluler pintar a.k.a smartphone keluaran cukup baru pabrikan korea (sebut saja begitu). Awalnya (dan sampai saat ini) gua merasa biasa aja atas kehadiran ponsel ini karena belum secara total membantu perkuliahan gua, tapi gua tetep berterimakasih karena melalui ponsel ini gua bisa main game logo quiz (yang mana sangat gua dambakan, buat menghabiskan waktu) dan bisa mengakses jejaring sosial Line tanpa laptop. Sejauh ini itu keuntungan yang gua rasakan. Semoga di kesempatan selanjutnya, smartphone ini semakin bermanfaat dalam perkuliahan gua. Aamiin.
.
Gua juga akhirnya bisa mengingat mimpi pertama setelah balik ke kota halaman (saya anak kota, dan tidak memiliki kampung yang jelas, ooh sedihnya [:'-(] ) dan tak lupa gua dokumentasikan dalam bentuk catatan (kayaknya gua pernah cerita tentang buku catatan tsb). Nggak terlalu spesial karena pengaruh terbesar adalah keseharian gua, namun yang cukup menarik adalah saat bangun, samar-samar ada ingatan tentang kemunculan "si dia" di mimpi tersebut. Tapi sialnya terlalu samar untuk gua yakini. Anggap saja jadi misteri yang manis. Sedap kali bah !
.
Gua akhirnya (kembali) melihat sisi gelap kakak gua. Gua bilang gelap, bukan buruk, adalah karena menurut gua, sisi kakak gua yang satu ini udah parah banget, nggak ketulungan. Motor, yang dia dapet setelah prosesi ngambek berbulan-bulan pas SMA, nggak dia cuci udah berbulan-bulan (akhirnya gua yg bawa ke tukang cuci motor terdekat) dan bodinya lecet-lecet kayak tempat tarung kucing. Tangki bensin sampe belakangnya baret-baret semua. Ngaco emang. Di ban belakang ada pake nancep, asoy bener dah (akhirnya gua bawa ke tukang tambal ban, untungnya nggak kenapa-kenapa). Luar biasa dah kakak gua. Sekarang sih keren gayanya, tapi buluk motornya. Parah banget dah. Semoga cepet tobat. Aamiin.
.
Akhir-akhir ini juga gua cukup memikirkan pengaturan jadwal untuk roadshow memperkenalkan institut gua ke SMA-SMA terdekat. Event tahunan. Tahun lalu kan angkatan gua yang ngurus perizinan (kalau di sekolah gua sih gitu). Nah sekarang giliran angkatan 2014 nih. Info terakhir yang gua dapet, belum ada tanggal pasti. Dan gua ngerasa agak nggak sedap aja. Udah mau masuk pertengahan bulan soalnya. Takutnya kalah sama universitas / institut lain yg mau roadshow juga. Nanti kebawa sampe akhir bulan, udah mesti balik untuk isi FRS. Takutnya telat. SMA gua emang ada program untuk menampung semua alumni dari pendidikan lanjutnya masing-masing sih. Bisa dibilang semacam bazaar 1 hari. Tapi kalo begitu doang, kurang greget. Kurang menyeluruh presentasinya. Dan intinya lebih ke sharing soal perkuliahan dibanding presentasi. Itu menurut gua sih. Pengalaman tahun lalu kan. Ya semoga jadwalnya cepet cair deh.
.
Kamis besok, tanggal 15, gua ada acara penting nih. Mau ke Imigrasi. Gua diusir dari Indonesia.
Nggak lah. Becanda ya. Damai itu indah, banget.
Gua ada jadwal wawancara untuk bikin paspor a.k.a KTP luar negeri.
Kenapa gua bikin ? Emang mau jalan-jalan ?
Itu bahan basa-basi petugas bank pas gua bayar.
Kenyataannya, gua belum merencanakan dengan baik penggunaan paspor itu setelah jadi. Yang kebayang sih untuk lanjut studi ke luar negeri (aamiin) atau ikut konferensi pemuda di luar negeri gitu (entah apa. belum gua cari-cari). Mungkin itulah yang bakal gua kembangkan dalam wawancara. Semoga pertanyaannya nggak aneh-aneh, dan mungkin, sangat menarik.
Saat ini gua masih dalam fase melengkapi berkas yang akan dibawa kesana.
Semoga lancar aja deh proses selanjutnya.
.
.
.
Ya kira-kira itu dulu yang bisa gua bagikan kali ini.
Semoga hari-hari liburan ini makin seru, makin beragam, makin unpredictable aja, biar makin banyak yang bisa gua bagikan disini.
Sekian dari saya.
SELAMAT TENGAH MALAM SEMUA !!!
Wazzup, guys ?
Feelin' good ?
Aight, that's cool bro.
Das ist gut !
.
.
.
Kali ini gua mau menceritakan sedikit aja tentang keseharian gua yang sedikit kurang menarik, tapi tetep beranekaragam.
.
Jadi, mungkin, kalau lu kenal gua secara personal, maka lu akan tau bahwa gua telah menerima insentif dari Der Weise Vater berupa sebuah telepon seluler pintar a.k.a smartphone keluaran cukup baru pabrikan korea (sebut saja begitu). Awalnya (dan sampai saat ini) gua merasa biasa aja atas kehadiran ponsel ini karena belum secara total membantu perkuliahan gua, tapi gua tetep berterimakasih karena melalui ponsel ini gua bisa main game logo quiz (yang mana sangat gua dambakan, buat menghabiskan waktu) dan bisa mengakses jejaring sosial Line tanpa laptop. Sejauh ini itu keuntungan yang gua rasakan. Semoga di kesempatan selanjutnya, smartphone ini semakin bermanfaat dalam perkuliahan gua. Aamiin.
.
Gua juga akhirnya bisa mengingat mimpi pertama setelah balik ke kota halaman (saya anak kota, dan tidak memiliki kampung yang jelas, ooh sedihnya [:'-(] ) dan tak lupa gua dokumentasikan dalam bentuk catatan (kayaknya gua pernah cerita tentang buku catatan tsb). Nggak terlalu spesial karena pengaruh terbesar adalah keseharian gua, namun yang cukup menarik adalah saat bangun, samar-samar ada ingatan tentang kemunculan "si dia" di mimpi tersebut. Tapi sialnya terlalu samar untuk gua yakini. Anggap saja jadi misteri yang manis. Sedap kali bah !
.
Gua akhirnya (kembali) melihat sisi gelap kakak gua. Gua bilang gelap, bukan buruk, adalah karena menurut gua, sisi kakak gua yang satu ini udah parah banget, nggak ketulungan. Motor, yang dia dapet setelah prosesi ngambek berbulan-bulan pas SMA, nggak dia cuci udah berbulan-bulan (akhirnya gua yg bawa ke tukang cuci motor terdekat) dan bodinya lecet-lecet kayak tempat tarung kucing. Tangki bensin sampe belakangnya baret-baret semua. Ngaco emang. Di ban belakang ada pake nancep, asoy bener dah (akhirnya gua bawa ke tukang tambal ban, untungnya nggak kenapa-kenapa). Luar biasa dah kakak gua. Sekarang sih keren gayanya, tapi buluk motornya. Parah banget dah. Semoga cepet tobat. Aamiin.
.
Akhir-akhir ini juga gua cukup memikirkan pengaturan jadwal untuk roadshow memperkenalkan institut gua ke SMA-SMA terdekat. Event tahunan. Tahun lalu kan angkatan gua yang ngurus perizinan (kalau di sekolah gua sih gitu). Nah sekarang giliran angkatan 2014 nih. Info terakhir yang gua dapet, belum ada tanggal pasti. Dan gua ngerasa agak nggak sedap aja. Udah mau masuk pertengahan bulan soalnya. Takutnya kalah sama universitas / institut lain yg mau roadshow juga. Nanti kebawa sampe akhir bulan, udah mesti balik untuk isi FRS. Takutnya telat. SMA gua emang ada program untuk menampung semua alumni dari pendidikan lanjutnya masing-masing sih. Bisa dibilang semacam bazaar 1 hari. Tapi kalo begitu doang, kurang greget. Kurang menyeluruh presentasinya. Dan intinya lebih ke sharing soal perkuliahan dibanding presentasi. Itu menurut gua sih. Pengalaman tahun lalu kan. Ya semoga jadwalnya cepet cair deh.
.
Kamis besok, tanggal 15, gua ada acara penting nih. Mau ke Imigrasi. Gua diusir dari Indonesia.
Nggak lah. Becanda ya. Damai itu indah, banget.
Gua ada jadwal wawancara untuk bikin paspor a.k.a KTP luar negeri.
Kenapa gua bikin ? Emang mau jalan-jalan ?
Itu bahan basa-basi petugas bank pas gua bayar.
Kenyataannya, gua belum merencanakan dengan baik penggunaan paspor itu setelah jadi. Yang kebayang sih untuk lanjut studi ke luar negeri (aamiin) atau ikut konferensi pemuda di luar negeri gitu (entah apa. belum gua cari-cari). Mungkin itulah yang bakal gua kembangkan dalam wawancara. Semoga pertanyaannya nggak aneh-aneh, dan mungkin, sangat menarik.
Saat ini gua masih dalam fase melengkapi berkas yang akan dibawa kesana.
Semoga lancar aja deh proses selanjutnya.
.
.
.
Ya kira-kira itu dulu yang bisa gua bagikan kali ini.
Semoga hari-hari liburan ini makin seru, makin beragam, makin unpredictable aja, biar makin banyak yang bisa gua bagikan disini.
Sekian dari saya.
SELAMAT TENGAH MALAM SEMUA !!!
Rabu, 07 Januari 2015
Side Story : Seputar Aviasi Indonesia
YOYOYOYOYOYOYOYO !!!
Piye kabare rek ?
Wes lama gak bikin postingan.
Agak kaku nih.
Semoga tetep asik dah.
.
.
.
Kali ini gua mau bahas tentang sekelebat hal yang gua ketahui dari seorang narasumber terpercaya. Mungkin bakal ada konten yang subjektif, jadi ya silakan dinikmati aja :-D.
.
Indonesia memiliki daratan yang terpencar-pencar dalam bentuk pulau-pulau, yang kalo digabung, bakal lumayan gede. Tapi ya kenyataannya, kita punya banyak pulau, artinya banyak garis pantai, dan pulau-pulaunya terpencar, yang artinya kita punya banyak laut. Tapi apa cuma laut aja ? Kita juga punya banyak ruang udara.
Ruang udara ? Emang udara ada kepemilikan tertentu ?
.
Yang gua tau sih gitu. Setiap negara merdeka di bumi ini memiliki kekuasaan atas ruang udara yang ada di dalam batas-batas wilayahnya. Dari batas di darat, ditarik tegak lurus ke angkasa. Disitulah, pada saat ini, pesawat-pesawat lewat di "lajur udara" yang sudah disepakati bersama secara internasional.
Contohnya, yang gua tau kalau di BSH alias SHIA alias Bandara Soetta, ada lajur utara yang lewatnya ke Tanjung Priok. Kira-kira gitu.
.
Selain itu, di ruang udara ini, makin tinggi lagi adalah tempat tinggalnya satelit. Palapa, misalnya.
Namun bukan tidak mungkin ada satelit mata-mata diantaranya. Sempet heboh kan tuh, pas dikira ada satelit mata-mata dari Amerika yang mengawasi Indonesia. Tapi bukan itu yang bakal gua bahas.
.
Gua akan menyoroti kualitas penerbangan di Indonesia.
Kita punya 3 bandara tersibuk yaitu Soetta, Juanda, dan Ngurah Rai. Nasional dan internasional.
Ada nama-nama lain, misalnya Kuala Namu, Adi Sucipto, Adi Sumarmo. Banyak banget bandara yang ada di Indonesia.
Tapi apakah semuanya terurus dengan benar ? Apakah perawatannya baik dan kontinu ?
Sumber gua menyatakan bahwa ada yang tidak, kebanyakan bandara yang tidak dibawah naungan BUMN. Ada yang kalibrasi (cek akurasi alat) kalau ada alokasi dana aja. Ada yang petugasnya udah kadaluarsa sertifikasinya. Ada yang lingkungan bandara bergabung sama desa. Kacau.
Ini sangat menyedihkan bro.
Seolah-olah, inilah yang menyebabkan kita bakal senantiasa jadi negara berkembang. Masih dalam fase perkembangan. Belum matang, salah satunya di bidang penerbangan ini.
.
Ada lagi masalah lain, yaitu tergabungnya bandara komersil dengan militer. Ada, nggak semua.
Kan bahaya. Gimana jadinya kalau tiba-tiba ada darurat militer, tapi komersil lagi jam padat ? Kan susah itu pesawat tempur mau terbang. Gantian bro. Dan menurut gua, kesannya bakal nggak enak untuk para turis, ngeliat diseberang ruang tunggu di bandara ngeliat pesawat tempur lagi diberesin.
.
Nah, ada yang bukan masalah dari penyedia layanan tapi dari pengguna.
Penumpang pesawat Indonesia banyak yang alay.
Susah banget kayaknya untuk beberapa orang buat matiin hp saat di dalam pesawat, baik sebelum take-off maupun setelah landing.
Masalah lain, banyak juga yang belum ngerti mengenai turbulensi. Turbulensi itu peristiwa dimana angin berputar keatas (maap kalau salah, gua belum cek wikipedia). Turbulensi itu penyebab, akibatnya pesawat goyang. Masih ada yang menganggap bahwa turbulensi itulah saat pesawat goyang. Gua bilangin, jangan alay. Tolong.
Ada lagi, saat dimana karena kurangnya pengetahuan, konsumen ribut menyalahkan bandara saat pesawat telat dateng / berangkat (ngetopnya dibilang "delay"). Menurut gua, yang harusnya jadi bulan-bulanan pertanyaan dan omelan konsumen adalah maskapai, bukan bandara. Bandara nyediain tempat, maskapai sewa tempat dan jalanin pesawat disitu. Analoginya kayak kantin sama penjual makanan di kantin. Kalau belum ada makanan / bermasalah sama makanan, yang harusnya diprotes kan penjual makanan, bukan yang bikin kantin. Gitu lho. Kalau protes harus tepat, jangan asal cuap-cuap.
.
Kekurangan bakal selalu ada. Susah banget bikin efisiensi yang 100%. Semua serba relatif, susah bikin yang absolut dengan usaha yang kecil.
Begitu pula dengan penerbangan Indonesia dewasa ini, belum optimal.
Padahal, menurut gua, kita punya potensi besar di penerbangan (dibawah kelautan sih, buat gua).
Dengan penerbangan, transportasi dan distribusi bisa cepat dan murah. Bisa juga jadi sarana pariwisata yang bagus, terjun payung misalnya (kan titik-titik pemandangan yang cakepnya udah pasti banyak).
Masih banyak lagi deh kebaikan yang bisa diwujudkan <= blogger kehabisan ide
.
.
.
Sekian dulu buat kali ini.
Semoga kebaikan dan kebenaran selalu bersama kita. Aamiin.
Selamat malam semua !!!
Piye kabare rek ?
Wes lama gak bikin postingan.
Agak kaku nih.
Semoga tetep asik dah.
.
.
.
Kali ini gua mau bahas tentang sekelebat hal yang gua ketahui dari seorang narasumber terpercaya. Mungkin bakal ada konten yang subjektif, jadi ya silakan dinikmati aja :-D.
.
Indonesia memiliki daratan yang terpencar-pencar dalam bentuk pulau-pulau, yang kalo digabung, bakal lumayan gede. Tapi ya kenyataannya, kita punya banyak pulau, artinya banyak garis pantai, dan pulau-pulaunya terpencar, yang artinya kita punya banyak laut. Tapi apa cuma laut aja ? Kita juga punya banyak ruang udara.
Ruang udara ? Emang udara ada kepemilikan tertentu ?
.
Yang gua tau sih gitu. Setiap negara merdeka di bumi ini memiliki kekuasaan atas ruang udara yang ada di dalam batas-batas wilayahnya. Dari batas di darat, ditarik tegak lurus ke angkasa. Disitulah, pada saat ini, pesawat-pesawat lewat di "lajur udara" yang sudah disepakati bersama secara internasional.
Contohnya, yang gua tau kalau di BSH alias SHIA alias Bandara Soetta, ada lajur utara yang lewatnya ke Tanjung Priok. Kira-kira gitu.
.
Selain itu, di ruang udara ini, makin tinggi lagi adalah tempat tinggalnya satelit. Palapa, misalnya.
Namun bukan tidak mungkin ada satelit mata-mata diantaranya. Sempet heboh kan tuh, pas dikira ada satelit mata-mata dari Amerika yang mengawasi Indonesia. Tapi bukan itu yang bakal gua bahas.
.
Gua akan menyoroti kualitas penerbangan di Indonesia.
Kita punya 3 bandara tersibuk yaitu Soetta, Juanda, dan Ngurah Rai. Nasional dan internasional.
Ada nama-nama lain, misalnya Kuala Namu, Adi Sucipto, Adi Sumarmo. Banyak banget bandara yang ada di Indonesia.
Tapi apakah semuanya terurus dengan benar ? Apakah perawatannya baik dan kontinu ?
Sumber gua menyatakan bahwa ada yang tidak, kebanyakan bandara yang tidak dibawah naungan BUMN. Ada yang kalibrasi (cek akurasi alat) kalau ada alokasi dana aja. Ada yang petugasnya udah kadaluarsa sertifikasinya. Ada yang lingkungan bandara bergabung sama desa. Kacau.
Ini sangat menyedihkan bro.
Seolah-olah, inilah yang menyebabkan kita bakal senantiasa jadi negara berkembang. Masih dalam fase perkembangan. Belum matang, salah satunya di bidang penerbangan ini.
.
Ada lagi masalah lain, yaitu tergabungnya bandara komersil dengan militer. Ada, nggak semua.
Kan bahaya. Gimana jadinya kalau tiba-tiba ada darurat militer, tapi komersil lagi jam padat ? Kan susah itu pesawat tempur mau terbang. Gantian bro. Dan menurut gua, kesannya bakal nggak enak untuk para turis, ngeliat diseberang ruang tunggu di bandara ngeliat pesawat tempur lagi diberesin.
.
Nah, ada yang bukan masalah dari penyedia layanan tapi dari pengguna.
Penumpang pesawat Indonesia banyak yang alay.
Susah banget kayaknya untuk beberapa orang buat matiin hp saat di dalam pesawat, baik sebelum take-off maupun setelah landing.
Masalah lain, banyak juga yang belum ngerti mengenai turbulensi. Turbulensi itu peristiwa dimana angin berputar keatas (maap kalau salah, gua belum cek wikipedia). Turbulensi itu penyebab, akibatnya pesawat goyang. Masih ada yang menganggap bahwa turbulensi itulah saat pesawat goyang. Gua bilangin, jangan alay. Tolong.
Ada lagi, saat dimana karena kurangnya pengetahuan, konsumen ribut menyalahkan bandara saat pesawat telat dateng / berangkat (ngetopnya dibilang "delay"). Menurut gua, yang harusnya jadi bulan-bulanan pertanyaan dan omelan konsumen adalah maskapai, bukan bandara. Bandara nyediain tempat, maskapai sewa tempat dan jalanin pesawat disitu. Analoginya kayak kantin sama penjual makanan di kantin. Kalau belum ada makanan / bermasalah sama makanan, yang harusnya diprotes kan penjual makanan, bukan yang bikin kantin. Gitu lho. Kalau protes harus tepat, jangan asal cuap-cuap.
.
Kekurangan bakal selalu ada. Susah banget bikin efisiensi yang 100%. Semua serba relatif, susah bikin yang absolut dengan usaha yang kecil.
Begitu pula dengan penerbangan Indonesia dewasa ini, belum optimal.
Padahal, menurut gua, kita punya potensi besar di penerbangan (dibawah kelautan sih, buat gua).
Dengan penerbangan, transportasi dan distribusi bisa cepat dan murah. Bisa juga jadi sarana pariwisata yang bagus, terjun payung misalnya (kan titik-titik pemandangan yang cakepnya udah pasti banyak).
Masih banyak lagi deh kebaikan yang bisa diwujudkan <= blogger kehabisan ide
.
.
.
Sekian dulu buat kali ini.
Semoga kebaikan dan kebenaran selalu bersama kita. Aamiin.
Selamat malam semua !!!
Langganan:
Postingan
(
Atom
)