YOYOYOYOYOYYOYOYOYOYO !!!
Sekarang gua sedang berada di markas besar a.k.a tempat kediaman La Signora Grande dan Der Weise Vater.
Dan saatnya menyelesaikan cerita rangkaian petualangan gua di Bali.
Let's do this !
.
.
Hari keempat. Penyelesaian.
Minggu, 8 Mei 2016.
.
Memasuki pagi, sekitar jam 5 pagi, matahari mulai menampakkan ujung batang hidungnya, bis yang gua tumpangi berada di Pelabuhan Gilimanuk.
Masih di Pelabuhan Gilimanuk.
MASIH DI PELABUHAN GILIMANUK !
Katanya semalaman macet dan akhirnya baru sampai di pelabuhan. Kalau sesuai jadwal, bis ini sudah di Pulau Jawa. Sialnya, sekarang masih di Pulau Bali.
Dalam proses menunggu yang cukup lama, gua menyadari suatu hal yang menyebalkan sekaligus membingungkan. Seraya membuka sepatu untuk membiarkan kaki gua menghirup udara dan menyebarkan bau kaki ke seluruh bus, gua menemukan bahwa kaki kanan gua bengkak. Bagian punggung kaki kanan gua bengkak. Misterius ? Nggak juga. Gua duduk di posisi yang sangat tidak nyaman bagi kaki. Mungkin ada pembuluh darah tersumbat atau keseleo karena gerakan saat gua tidur, yang jelas sekarang rasanya sakit dan sulit digerakkan. Kurang asem !
Setelah menunggu cukup lama, bis kami akhirnya naik ke atas kapal. Gua dan kawan-kawan memutuskan turun dari bis dan naik ke dek kapal untuk menikmati matahari pagi. Semangat dan ketabahan hati membawa kaki gua ke perjalanan yang cukup menyakitkan ini. Setelah menunggu cukup lama lagi, akhirnya kapal bergerak ke arah Selat Bali.
Setelah sekitar 1 jam perjalanan, sampailah kami di Pelabuhan Ketapang lagi. Kita berjumpa lagi, Pulau Jawa ! Bis melanjutkan perjalanan sesuai rute yang harus dilewati. Beberapa orang turun di tengah perjalanan. Kami sempat singgah untuk makan siang di rumah makan yang sudah bekerjasama dengan pihak penyedia layanan transportasi yang kami tumpangi, yang dengan sistem tukar kupon + prasmanan yang kurang terjaga, akhirnya kami berenam kekurangan sayuran dan sambal dalam makanan kami (setidaknya rasanya sudah cukup nikmat). Kami kembali melewati pembangkit di Paiton, kali ini dibawah penerangan sinar matahari. Secara umum, perjalanannya membosankan karena gua kekurangan kegiatan dan sakit di kaki yang sangat sangat menyebalkan.
Jalanan.
Mobil.
Tikungan.
Ambil dari sisi kanan !
Naikkan kecepatan !
Rem ! Rem ! Rem !
Dan sampailah kami di Terminal Purabaya, Bungurasih. Dengan sakit di kaki dan kawan-kawan yang menyepelekan sakit ini (mereka jalan kaki dengan kecepatan biasa walaupun tahu kaki gua sakit. Hiks :'((((( ... ), kami berjalan keluar terminal dan begitu sampai di pintu keluar, hujan turun dengan derasnya. Kami berteduh didepan suatu toko, dan gua kembali mencoba mencari kendaraan tumpangan via Uber. Setelah 10 menit penuh pencarian dibawah guyuran air dari kanopi yang bocor, gua terhubung dengan seorang pengendara. Kami berenam menunggu sejenak, naik ke mobilnya, dan bergegas menuju kos gua.
Keputih Sweet Keputih.
Kami sampai di kos gua. Gua langsung masuk kamar, beres-beres tas, mandi, berpakaian, dan tiduran untuk melepas penat. Kaki gua masih sangat sakit dan betis serasa betis kijang. Super kencang ! Atletis !
Akhirnya kami berenam makan malam bersama dan berpisah ke kegiatan masing-masing.
Gua kembali ke kamar. Lanjut tiduran sambil menghubungi "konsultan kesehatan" terpercaya untuk menanyakan penangananan bengkak di kaki ini. Sambil menunggu responnya, gua mencoba mengkompres kaki dengan air panas. SUPER PANAS DAN MENYEGARKAN DAN MEMBAKAR KULIT ! NICE ! Gua juga mencari info tentang sebuah kelas yang harus gua ikuti besok karena ada tugas presentasi. Untungnya kelas tersebut ditiadakan dan presentasinya ditunda jadi hari selasa. Lumayan 1 hari penuh untuk istirahat kaki. Awesomely awesome.
Malam semakin larut.
Gua melanjutkan hidup dengan YouTube, cek blog, cek email, cek 9gag, dan sebagainya.
Selesai sudah.
Saatnya tidur.
Saatnya bersiap menyudahi liburan singkat ini dan bersiap menuju minggu terakhir perkuliahan, dan UAS di minggu selanjutnya.
Nice holiday. Nice tan. Bad swollen foot.
... Selesai ...
Selasa, 07 Juni 2016
Senin, 06 Juni 2016
Holiday Comin' Up
YOYOYYOYOYYOYOYYYO !!!
Kalau anda berharap ini cerita tentang perjalanan saya ke Bali, maka anda salah.
To infinity and beyond !!!
Akan saya selesaikan cerita itu. Segera. Nantikan saja. Amin.
.
.
Liburan telah di depan mata.
Puasa sudah dimulai hari ini.
Pantun apa yang memuakkan pembaca ?
Seperti yang saya buat ini.
#FreestylePoemOfTheYear
.
Gua masih di Surabaya.
UAS sudah selesai. Dengan gemilang. Fabulously and awesomely awesomely done.
Kegiatan kampus non-akademik : tidak aktif dan belum ada kabar lanjutan.
Kesimpulan : LIBUR TELAH TIBA !
JIKA LIBUR SUDAH PETANG, MAHASISWA PULANG KE KANDANG !
Gua sudah membuat banyak rencana untuk liburan kali ini. Pastinya bakal seru banget !
Rencana liburan kali ini :
1. Membuat rencana
2. Belajar untuk semester selanjutnya (???) 3. Belajar membuat daftar kegiatan dengan benar
5. Belajar menghitung
VI. BELAJAR tentang Konsistensi & kEdisiPlinaN
7. Belajar cara menyelesaikan daftar kegiatan dengan benar
8.
.
Mungkin gua akan bertemu kawan lama.
Mungkin gua akan bertemu kawan kuliah.
Mungkin gua akan tidur seharian.
Mungkin gua akan berhenti menulis omong kosong di postingan ini.
Otak : Kerjasama ! Komunikasi !
Gua : Tidak ! Tidak ! Libur ! Libur !
Otak :
Gua : nui y7hew7r3209-qr;l/ajaewjiom;9fuew8efw7qr7hbv7
.
Mohon maaf atas kemalasan dan ketidakwajaran yang anda hadapi.
Semoga hubungan saya dan otak membaik di liburan kali ini.
Semoga anda semua sehat.
Semoga anda semua dalam keadaan bahagia.
Semoga kita semua bisa menghadapi Lebaran dengan hati terbuka.
#Yoi #Lebaran #HolyDay #Holiday #Liburan
.
Ciao.
Selamat tidur.
Selamat hibernasi.
Selamat liburan !
SELAMAT TENGAH MALAM SEMUA !!!
Kalau anda berharap ini cerita tentang perjalanan saya ke Bali, maka anda salah.
To infinity and beyond !!!
Akan saya selesaikan cerita itu. Segera. Nantikan saja. Amin.
.
.
Liburan telah di depan mata.
Puasa sudah dimulai hari ini.
Pantun apa yang memuakkan pembaca ?
Seperti yang saya buat ini.
#FreestylePoemOfTheYear
.
Gua masih di Surabaya.
UAS sudah selesai. Dengan gemilang. Fabulously and awesomely awesomely done.
Kegiatan kampus non-akademik : tidak aktif dan belum ada kabar lanjutan.
Kesimpulan : LIBUR TELAH TIBA !
JIKA LIBUR SUDAH PETANG, MAHASISWA PULANG KE KANDANG !
Gua sudah membuat banyak rencana untuk liburan kali ini. Pastinya bakal seru banget !
Rencana liburan kali ini :
1. Membuat rencana
2. Belajar untuk semester selanjutnya (???) 3. Belajar membuat daftar kegiatan dengan benar
5. Belajar menghitung
VI. BELAJAR tentang Konsistensi & kEdisiPlinaN
7. Belajar cara menyelesaikan daftar kegiatan dengan benar
8.
.
Mungkin gua akan bertemu kawan lama.
Mungkin gua akan bertemu kawan kuliah.
Mungkin gua akan tidur seharian.
Mungkin gua akan berhenti menulis omong kosong di postingan ini.
Otak : Kerjasama ! Komunikasi !
Gua : Tidak ! Tidak ! Libur ! Libur !
Otak :
Gua : nui y7hew7r3209-qr;l/ajaewjiom;9fuew8efw7qr7hbv7
.
Mohon maaf atas kemalasan dan ketidakwajaran yang anda hadapi.
Semoga hubungan saya dan otak membaik di liburan kali ini.
Semoga anda semua sehat.
Semoga anda semua dalam keadaan bahagia.
Semoga kita semua bisa menghadapi Lebaran dengan hati terbuka.
#Yoi #Lebaran #HolyDay #Holiday #Liburan
.
Ciao.
Selamat tidur.
Selamat hibernasi.
Selamat liburan !
SELAMAT TENGAH MALAM SEMUA !!!
Sabtu, 04 Juni 2016
How To Bali Part 3
YOYOYOYOYOYOYOYOYOYO !!!
Things are coming to an end !
Let's get this done !
.
.
Hari terakhir / kepulangan.
Sabtu, 7 Mei 2016.
.
Bangun pagi.
Jam 1 pagi, pintu kamar gua diketuk oleh seseorang. Siapakah gerangan ?
Boom.
Gua buka pintu dan ternyata itu temen sekamar gua yang 1 lagi a.k.a Smart. Ternyata dia nyusul ke warnet bersama Juliet dan Winwin dan tidak ada "paket malam" -paket game online semalaman- dan akhirnya dia kembali ke penginapan. Saatnya kembali tidur.
Bangun pagi menjelang matahari terbit. Sekitar pukul 5 WITA.
Gua mengumpulkan nyawa, membangunkan yang lain, dan bersiap menuju ke Pantai Sanur untuk menikmati suasana matahari terbit. Gua tidak mandi. Tidak ingin. Rasanya sudah cukup rapi dan wangi. Wangi yang tidak begitu sedap sebenarnya.
Kaos. Celana pendek. Motor oke. Helm terpakai. Mari berangkat.
Gua, Raju, Smart, dan Pi akhirnya berangkat. 2 bocah lainnya masih tertidur dan sulit dibangunkan sehingga waktulah yang kami hormati. Kami berempat bergegas ke pantai karena waktu semakin dekat. Gua berusaha memacu motor dengan kecepatan konstan 60 km/jam. Yap. Sesuatu yang tidak pernah bisa gua lakukan di Surabaya. Dan sesungguhnya, gua melakukan banyak hal yang tidak pernah gua lakukan, terutama dalam hal berkendara. Kecepatan tinggi, melawan arus, zig-zag diantara mobil, helm tidak standar, tidak memperhatikan spion. Tapi mari kita lewati semua intermezzo itu.
Akhirnya, Pantai Sanur.
Matahari masih belum tinggi. Masih jingga.
Laut yang tenang, setidaknya jika dibandingkan dengan Pantai Kuta.
Pantai yang belum ramai. Beberapa orang dan keluarga saja.
Damai.
Kepiting di antara bebatuan.
Beberapa istana pasir.
Beberapa payung dan bangku berjemur baru disiapkan.
Tenang.
Kita mengambil beberapa foto dan video, sedikit merenung menghadap laut, dan segera kembali ke penginapan untuk persiapan kegiatan selanjutnya.
.
Sesampainya di penginapan, 2 bocah yang ditinggal masih belum bangun.
Kita coba bangunkan, tapi apalah daya kami dibanding nikmatnya kasur empuk.
Akhirnya, kami berempat ke gerai pusat Joger. Joger Jelek.
Kami memasuki toko, kami mengikuti arah arus yang sudah diatur, kami menggocek beberapa ibu-ibu liar dan anak bermuka bosan, dan BOOM! bagian baju yang luas tetapi penuh sesak. Gua pun melakukan apa yang gua lakukan. Gua keluar dari area itu. Mencari udara segar. Mencari nafas hidup yang hilang.
Gua ambil sepasang sandal (yang ternyata kekecilan, mungkin pas untuk La Signora Grande) dan banyak pin. 6 pin, tepatnya. Sepasang sandal, 6 pin, antrian panjang. PANJANG DAN LAMA CUY. Kaki gua udah serasa kaki kijang akibat berdiri di antrian. Nice.
Gua ke parkiran dan 3 temen gua sudah disana. Nice. Ternyata gua keluar terakhir.
Tanpa panjang lebar kita kembali ke penginapan dan menemukan 2 kawan putra tidur sudah terbangun. Mereka agak kesal karena gak diajak ke Joger. Maafkan kelancangan kami tapi RESIKOMU KARENA SUDAH KE WARNET, KETIDURAN SAMPE SIANG, DAN KEHILANGAN HAK SUARA DALAM PENENTUAN KEGIATAN.
DAN KEYBOARD GUA RUSAK KARENA MENAHAN TOMBOL SHIFT KIRI TERLALU LAMA.
becanda. haha~
Udah siang. Sekitar jam 12. Winwin dan Juliet mandi. Gua, Raju, Pi, dan Smart ke tempat makan yang khas Bali itu. Very very nice meal. Setelah makan, baru kita mandi untuk persiapan jalan-jalan ke tempat selanjutnya. Sentra kera. Pusat peradaban monyet. Kediaman para pemakan kacang.
Sangeh.
Rombongan kembali memacu motor dengan kecepatan tinggi dan ketidakhormatan terhadap peraturan lalu lintas. Kita muda dan berbahaya. Perjalanan kami dipenuhi bibir kering, mata berair, dan anak SMA yang baru selesai ujian akhir dan konvoi ngebut brutal tanpa helm baju corat-coret menjijikan memuakkan hina bodoh TIDAK BERGUNA YAOPO MASA DEPANMU REK OJO KOYOK NGONO LAH ! Dengan bantuan GPS dan insting binatang liar, sampailah Winwin dan Juliet di tempat tujuan, 10 menit lebih dulu dari 4 anak lainnya. Begitu gua dan yang lain sampai di pintu masuk tempat tinggal para kera setelah beli beberapa bungkus kacang di kawasan parkiran, mereka udah sempat ambil beberapa foto.
Saat kami berempat memasuki kawasan pepohonan tempat tinggal para kera, rombongan anak-anak yang mungkin masih SMP mengikuti. Sepertinya sedang ada kegiatan pecinta alam / peduli lingkungan atau semacamnya. Kami berenam berjalan memasuki area dalam pepohonan, dan bocah-bocah itu mengikuti. Dan ternyata bocah-bocah ini sangat tidak nyaman dengan kehadiran kera didekatnya ! MEREKA YANG LAHIR DI BALI AJA TAKUT APALAGI GUA.
Gua sebenarnya tidak nyaman juga, dan berharap segera keluar dari area itu juga. Tapi apalah artinya liburan tanpa keputusan bodoh dan kegilaan lupa umur. Kami masuk semakin dalam, seraya mengikuti 4 cewek berpenampilan menarik dan tampak seumuran yang Winwin kodekan sebagai "Para Wanita Sosialita". Sayangnya, mereka segera keluar dari pepohonan, dan kami semakin masuk ke dalam sarang para primata.
Setelah memeriksa waktu, yang semakin mendekat ke jam 3 sore, jam yang kami sepakati sebagai jam kepulangan kami dari sana, kami berjalan kembali ke pintu masuk kawasan pepohonan. Kami menjumpai seorang penunjuk jalan / pawang kera yang sangat keren. Total badass. 10/10. Dia menjelaskan banyak hal, yang normalnya terjadi di awal perjalanan, bukan di akhir perjalanan seperti ini, tentang para kera, pohon yang mereka tinggali, kawasan ini, teritori kera, bos kera, kera-mas, kera-k telor, kera-pian adalah sebagian dari iman, dan masih banyak kera lagi. Paman ini juga mengambilkan 1 foto kami berenam. Sweet. Dan kamipun meninggalkan para kera dan kegiatan mereka masing-masing. Ciao.
KEMBALI KE NGEBUT DAN BIBIR KERING !!! VAMOS !!!
Jam 4.30. Kami sampai di persewaan motor. Kami hendak mengembalikan motor. Kemarin sih janjinya jam 3.30 sudah kembali, tapi apa daya, para mahasiswa ini terlalu ingin jalan-jalan dan bodoh mengatur waktu. Dengan sedikit bayaran ekstra, terjadi kesepakatan mengakhiri peminjaman ini. Dan kami pun jalan kaki kembali ke penginapan.
Kami segera beres-beres, bersiap kembali ke Surabaya. Ada yang mandi, ada yang makan, ada yang tiduran, ada yang beresin dapur (ibu pengurus penginapan, pastinya).
Jam 6. Gua menggunakan Uber untuk memanggil pengendara kesepian yang butuh perjalanan. Mobilnya datang dan kami berenam resmi check-out dari penginapan. Bukan waktu normal, tapi kemampuan tante dan sepupu gua dalam mengadakan perjanjian penginapanlah yang membuatnya mungkin. Kami segera menuju Terminal Ubung, Denpasar, lagi. Kami bayar mobil Uber itu, kami berjalan masuk terminal, kami didekati calo-calo gak jelas yang tak kenal lelah, tapi begitu Winwin menyebut "sudah janjian dengan Mbak ****" (bukan sensor nama, tapi emang gua lupa namanya), para calo pergi dengan "Oooh... Sudah janjian dengan Mbak **** toh..." dan air mata dalam hati.
Kami bertemu Mbak *****, bayar tiket bus yang lebih mahal tapi langsung ke Terminal Purabaya, Bungurasih, naik bis, dan bersabar menunggu jalannya bis itu.
Di waktu tunggu ini, gua masih sempat mengurus kerjaan organisasi. Yoi. Gua tergabung dalam Abstergo dan mencoba melacak Desmond.
Becanda.
Gua lagi ngurus poster untuk acara himpunan mahasiswa di jurusan gua. Sejak kamis malam hingga sabtu malam ini, belum juga selesai. Tapi setelah beberapa gerakan dan kicauan, akhirnya selesai juga dan gua bisa melanjutkan perjalanan dengan tenang.
Sekitar jam 8 malam WITA. Bus jalan, dan perjalanan pulang kami dimulai.
Setelah beberapa saat, gua tertidur. Masih dalam posisi kaki tertekuk karena ketidakadilan sistem ukuran tubuh.
Posisi tidak nyaman ini hanyalah awal dari perjalanan panjang kembali ke Surabaya.
Dan hari Minggu alias hari terakhir liburan long weekend ini sudah semakin dekat.
...
Things are coming to an end !
Let's get this done !
.
.
Hari terakhir / kepulangan.
Sabtu, 7 Mei 2016.
.
Bangun pagi.
Jam 1 pagi, pintu kamar gua diketuk oleh seseorang. Siapakah gerangan ?
Boom.
Gua buka pintu dan ternyata itu temen sekamar gua yang 1 lagi a.k.a Smart. Ternyata dia nyusul ke warnet bersama Juliet dan Winwin dan tidak ada "paket malam" -paket game online semalaman- dan akhirnya dia kembali ke penginapan. Saatnya kembali tidur.
Bangun pagi menjelang matahari terbit. Sekitar pukul 5 WITA.
Gua mengumpulkan nyawa, membangunkan yang lain, dan bersiap menuju ke Pantai Sanur untuk menikmati suasana matahari terbit. Gua tidak mandi. Tidak ingin. Rasanya sudah cukup rapi dan wangi. Wangi yang tidak begitu sedap sebenarnya.
Kaos. Celana pendek. Motor oke. Helm terpakai. Mari berangkat.
Gua, Raju, Smart, dan Pi akhirnya berangkat. 2 bocah lainnya masih tertidur dan sulit dibangunkan sehingga waktulah yang kami hormati. Kami berempat bergegas ke pantai karena waktu semakin dekat. Gua berusaha memacu motor dengan kecepatan konstan 60 km/jam. Yap. Sesuatu yang tidak pernah bisa gua lakukan di Surabaya. Dan sesungguhnya, gua melakukan banyak hal yang tidak pernah gua lakukan, terutama dalam hal berkendara. Kecepatan tinggi, melawan arus, zig-zag diantara mobil, helm tidak standar, tidak memperhatikan spion. Tapi mari kita lewati semua intermezzo itu.
Akhirnya, Pantai Sanur.
Matahari masih belum tinggi. Masih jingga.
Laut yang tenang, setidaknya jika dibandingkan dengan Pantai Kuta.
Pantai yang belum ramai. Beberapa orang dan keluarga saja.
Damai.
Kepiting di antara bebatuan.
Beberapa istana pasir.
Beberapa payung dan bangku berjemur baru disiapkan.
Tenang.
Kita mengambil beberapa foto dan video, sedikit merenung menghadap laut, dan segera kembali ke penginapan untuk persiapan kegiatan selanjutnya.
.
Sesampainya di penginapan, 2 bocah yang ditinggal masih belum bangun.
Kita coba bangunkan, tapi apalah daya kami dibanding nikmatnya kasur empuk.
Akhirnya, kami berempat ke gerai pusat Joger. Joger Jelek.
Kami memasuki toko, kami mengikuti arah arus yang sudah diatur, kami menggocek beberapa ibu-ibu liar dan anak bermuka bosan, dan BOOM! bagian baju yang luas tetapi penuh sesak. Gua pun melakukan apa yang gua lakukan. Gua keluar dari area itu. Mencari udara segar. Mencari nafas hidup yang hilang.
Gua ambil sepasang sandal (yang ternyata kekecilan, mungkin pas untuk La Signora Grande) dan banyak pin. 6 pin, tepatnya. Sepasang sandal, 6 pin, antrian panjang. PANJANG DAN LAMA CUY. Kaki gua udah serasa kaki kijang akibat berdiri di antrian. Nice.
Gua ke parkiran dan 3 temen gua sudah disana. Nice. Ternyata gua keluar terakhir.
Tanpa panjang lebar kita kembali ke penginapan dan menemukan 2 kawan putra tidur sudah terbangun. Mereka agak kesal karena gak diajak ke Joger. Maafkan kelancangan kami tapi RESIKOMU KARENA SUDAH KE WARNET, KETIDURAN SAMPE SIANG, DAN KEHILANGAN HAK SUARA DALAM PENENTUAN KEGIATAN.
DAN KEYBOARD GUA RUSAK KARENA MENAHAN TOMBOL SHIFT KIRI TERLALU LAMA.
becanda. haha~
Udah siang. Sekitar jam 12. Winwin dan Juliet mandi. Gua, Raju, Pi, dan Smart ke tempat makan yang khas Bali itu. Very very nice meal. Setelah makan, baru kita mandi untuk persiapan jalan-jalan ke tempat selanjutnya. Sentra kera. Pusat peradaban monyet. Kediaman para pemakan kacang.
Sangeh.
Rombongan kembali memacu motor dengan kecepatan tinggi dan ketidakhormatan terhadap peraturan lalu lintas. Kita muda dan berbahaya. Perjalanan kami dipenuhi bibir kering, mata berair, dan anak SMA yang baru selesai ujian akhir dan konvoi ngebut brutal tanpa helm baju corat-coret menjijikan memuakkan hina bodoh TIDAK BERGUNA YAOPO MASA DEPANMU REK OJO KOYOK NGONO LAH ! Dengan bantuan GPS dan insting binatang liar, sampailah Winwin dan Juliet di tempat tujuan, 10 menit lebih dulu dari 4 anak lainnya. Begitu gua dan yang lain sampai di pintu masuk tempat tinggal para kera setelah beli beberapa bungkus kacang di kawasan parkiran, mereka udah sempat ambil beberapa foto.
Saat kami berempat memasuki kawasan pepohonan tempat tinggal para kera, rombongan anak-anak yang mungkin masih SMP mengikuti. Sepertinya sedang ada kegiatan pecinta alam / peduli lingkungan atau semacamnya. Kami berenam berjalan memasuki area dalam pepohonan, dan bocah-bocah itu mengikuti. Dan ternyata bocah-bocah ini sangat tidak nyaman dengan kehadiran kera didekatnya ! MEREKA YANG LAHIR DI BALI AJA TAKUT APALAGI GUA.
Gua sebenarnya tidak nyaman juga, dan berharap segera keluar dari area itu juga. Tapi apalah artinya liburan tanpa keputusan bodoh dan kegilaan lupa umur. Kami masuk semakin dalam, seraya mengikuti 4 cewek berpenampilan menarik dan tampak seumuran yang Winwin kodekan sebagai "Para Wanita Sosialita". Sayangnya, mereka segera keluar dari pepohonan, dan kami semakin masuk ke dalam sarang para primata.
Setelah memeriksa waktu, yang semakin mendekat ke jam 3 sore, jam yang kami sepakati sebagai jam kepulangan kami dari sana, kami berjalan kembali ke pintu masuk kawasan pepohonan. Kami menjumpai seorang penunjuk jalan / pawang kera yang sangat keren. Total badass. 10/10. Dia menjelaskan banyak hal, yang normalnya terjadi di awal perjalanan, bukan di akhir perjalanan seperti ini, tentang para kera, pohon yang mereka tinggali, kawasan ini, teritori kera, bos kera, kera-mas, kera-k telor, kera-pian adalah sebagian dari iman, dan masih banyak kera lagi. Paman ini juga mengambilkan 1 foto kami berenam. Sweet. Dan kamipun meninggalkan para kera dan kegiatan mereka masing-masing. Ciao.
KEMBALI KE NGEBUT DAN BIBIR KERING !!! VAMOS !!!
Jam 4.30. Kami sampai di persewaan motor. Kami hendak mengembalikan motor. Kemarin sih janjinya jam 3.30 sudah kembali, tapi apa daya, para mahasiswa ini terlalu ingin jalan-jalan dan bodoh mengatur waktu. Dengan sedikit bayaran ekstra, terjadi kesepakatan mengakhiri peminjaman ini. Dan kami pun jalan kaki kembali ke penginapan.
Kami segera beres-beres, bersiap kembali ke Surabaya. Ada yang mandi, ada yang makan, ada yang tiduran, ada yang beresin dapur (ibu pengurus penginapan, pastinya).
Jam 6. Gua menggunakan Uber untuk memanggil pengendara kesepian yang butuh perjalanan. Mobilnya datang dan kami berenam resmi check-out dari penginapan. Bukan waktu normal, tapi kemampuan tante dan sepupu gua dalam mengadakan perjanjian penginapanlah yang membuatnya mungkin. Kami segera menuju Terminal Ubung, Denpasar, lagi. Kami bayar mobil Uber itu, kami berjalan masuk terminal, kami didekati calo-calo gak jelas yang tak kenal lelah, tapi begitu Winwin menyebut "sudah janjian dengan Mbak ****" (bukan sensor nama, tapi emang gua lupa namanya), para calo pergi dengan "Oooh... Sudah janjian dengan Mbak **** toh..." dan air mata dalam hati.
Kami bertemu Mbak *****, bayar tiket bus yang lebih mahal tapi langsung ke Terminal Purabaya, Bungurasih, naik bis, dan bersabar menunggu jalannya bis itu.
Di waktu tunggu ini, gua masih sempat mengurus kerjaan organisasi. Yoi. Gua tergabung dalam Abstergo dan mencoba melacak Desmond.
Becanda.
Gua lagi ngurus poster untuk acara himpunan mahasiswa di jurusan gua. Sejak kamis malam hingga sabtu malam ini, belum juga selesai. Tapi setelah beberapa gerakan dan kicauan, akhirnya selesai juga dan gua bisa melanjutkan perjalanan dengan tenang.
Sekitar jam 8 malam WITA. Bus jalan, dan perjalanan pulang kami dimulai.
Setelah beberapa saat, gua tertidur. Masih dalam posisi kaki tertekuk karena ketidakadilan sistem ukuran tubuh.
Posisi tidak nyaman ini hanyalah awal dari perjalanan panjang kembali ke Surabaya.
Dan hari Minggu alias hari terakhir liburan long weekend ini sudah semakin dekat.
...
Langganan:
Postingan
(
Atom
)